Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Bila anda berniat menunaikan Rukun Islam yang ke-5, yaitu melaksanakan Ibadah Haji, maka lebih dulu pelajarilah secara saksama tatacara (manasik) hajinya. Ada tiga macam ibadah haji yaitu : Haji Tamattu, Haji Qiran, dan Haji Ifrad. Untuk orang Indonesia (dan  jamaah dari luar Saudi) , umumnya melaksanakan Haji Tamattu.

Dibawah ini terlampir skema singkat tatacara Ibadah Haji Tamattu yg dirangkum dari sumber-sumber yang shahih.

Untuk rombongan haji yang pertama, pesawat terbang akan mendarat di Madinah. Dengan demikian miqatnya adalah di Bir Ali (bagi laki-laki berpakaian ihramnya dimulai dari Bir Ali).

Untuk rombongan haji ke-2, pesawat terbang akan mendarat di Jeddah yang lebih dulu akan melewati batas miqat di Qornul Manajil. Oleh karena itu jamaah harus mulai berihram diatas pesawat, yaitu paling lambat  sekitar 1/2 jam sebelum pesawat mendarat (awak pesawat akan memberi tahu).

CATATAN PENTING DAN PERHATIAN

- Ibadah haji adalah kewajiban individual (fardu ‘Ain) dengan demikian tatacaranya harus dipelajari sendiri, jangan   sekali-kali menyerahkan sepenuhnya pada KBIH.

- Jangan silau terhadap kebesaran nama KBIH, tapi tanyakan dulu bagaimana tatacara haji yg akan dilaksanakan oleh KBIH yang bersangkutan. Pilih hanya KBIH yang programnya sesuai sunah Nabi yang akan anda ikuti

- Tidak ada Umrah Sunah yang dilakukan setelah selesai melaksanakan ibadah Haji. Umroh Sunah yang seperti itu tidak ada tuntunan dan contaoh dari Nabi Muhammad.

- Tidak ada Dam yang berkaitan dengan denda lantaran kita melakukan kesalahan. Dam artinya “mengalirkan darah” yang tak lain adalah setara dengan menyembelih binatang Qurban (untuk yg sedang berhaji namanya Hadyu). Hukum menyembelih Hadyu adalah WAJIB, tidak sah hajinya bila tanpa Hadyu (QS Al Baqarah : 196).

- Umumnya (sebagian besar KBIH) setiba di Makah setiap anggota  jamahnya diminta  membayar Dam berupa seekor kambing, atau bila dibayar uang setara dengan kira-kira 350-400 real. Uang tsb kemudian dibelikan kambing lalu disembelih sebagai binatang Dam. Yang seperti ini tidak ada tuntunannya, bahkan disinyalir ada unsur penipuan (Koran Pikiran Rakyat, 25-10-2010 : Calo dan Dam Haji Tamatuk).

- Lakukan setiap tahapan ibadah haji sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.  Niatkan dan usahakan dengan sungguh-sungguh agar tidak mendahului atau melambatkannya.

NEO

Pada bulan Juli 1994 komet Shoemaker-Levy 9 menabrak Yupiter yang mengakibatkan terbentuknya kawah-kawah raksasa. Para pakar lantas membuat simulasi komputer untuk mengetahui apa yang bakal terjadi andai saja yang tertubruk komet tersebut adalah Bumi. Hasilnya terbentuk sebuah kawah seukuran Benua Amerika dengan disertai kerusakan total pada mahluk hidup di Bumi (hanya yang sedang piknik ke angkasa luar saja yang selamat).

Semua benda alam di luar angkasa dengan berbagai ukuran yang datang mendekat, lewat di orbit Bumi, atau bahkan menghantam Bumi oleh para pakar Astronomi diwacanakan sebagai NEO (Near Earth Object). Asteroid, komet dan meteor adalah beberapa diantaranya, selain masih lebih banyak lagi yang lainnya yang masuk ke orbit Bumi dengan perioda ulang jutaan tahun.

Sejak doeloe kala dan terus sampai masa mendatang Bumi sudah biasa dan akan terus terbiasa terbentur-bentur dalam sistem pergerakan alam semesta. Di Bumi kita banyak menjumpai kawah-kawah raksasa dan berbagai lekukan seperti teluk dan dasar lautan yang amat dalam. Konon katanya semuanya itu (sebagian besar) adalah menggambarkan adanya benturan yang kuat pada masa yang lampau. Bahkan bentuk-bentuk muka Bumi seperti itu sebenarnya sudah banyak yang musnah karena tidak dapat bertahan lama akibat digerogoti cuaca dan proses denudasi.

Kawah Manicougan di Quibec, Kanada yang berdiameter 100 km adalah salah satu contoh jejak adanya tumbukan NEO yang konon terjadi pada 214 juta tahun yang lalu. Contoh yang lainnya Teluk Chesapeake di Washington yang terbentuk akibat dihantam meteor segede 18 km. pada 35 juta tahun yang lampau. Sekitar 70 juta tahun yang lampau NEO sebesar 10 km yang menghantam Bumi menyebabkan terbentuknya kawah berdiameter 22 km di Australia Tengah. Peristiwa ini sering dihubungkan dengan punahnya dinosaurus pada 65 juta tahun lalu.

Ada kalanya NEO tidak sampai menumbuk Bumi tapi sudah kebelet meledak di atmosfer seperti yang pernah terjadi 30 Juni 1908 di Tunguska, Siberia. Ledakannya mengakibatkan seluruh Eropah saat itu terang-benderang dan terjadi debu berbentuk cendawan yang membumbung ke angkasa hingga 85 km. serta terbakarnya hutan seluas 2.000 km persegi.

Masih banyak lagi jejak ulah NEO di Bumi. Lalu … apalagi gerangan dengan NEMESIS ?

Bukti-bukti geologis memperlihatkan bahwa peristiwa katastrophisme di Bumi berulang sekitar 26-30 juta tahun. Nah ….. konon katanya menurut dongeng bahwa ini ada sangkut pautnya dengan apa yang dijuluki Nemesis.

Evolusi Manusia ala Darwin

Pengertian evolusi sebenarnya sudah digunakan semenjak abad ke 6 SM. Awalnya istilah tersebut terutama dipakai dalam ilmu sosial budaya, sebelum biologi menirunya seperti yang dilakukan Aristoteles (abad ke 3 SM) yang mencoba menyusun hewan-hewan dari mulai yang rendah sampai yang tinggi. Dengan demikian evolusinya Darwin sebenarnya bukanlah barang anyar. Namun demikian, anehnya evolusi sosial yang dikembangkan oleh Karl Marx adalah lantaran si Marx “tuturut munding” si Darwin.

Evolusi yang terjadi pada biologi sebagaimana yang dikembangkan Darwin, oleh si Marx diterapkan pada sistem sosial masyarakat. Ia kemudian membuat teori Historis Materialisme dengan evolusi sosial sampai dengan masyarakat yang tidak berkelas. Begitulah ada sebagian orang yang menyimpulkan sebab-musabab lahirnya Marxisme. Tapi kalau saja kita membaca biografinya, maka kita pasti akan berkesimpulan beda banget.

Sekarang kita kembali dulu dengan soal evolusi ala Darwin. Orang banyak menyangka bahwa teori evolusi dari Darwin (khusus tentang manusia) ini tidak bener.

Yah.. memang orang boleh berkata bahwa teori Darwin itu tidak benar, tapi itu kalau orang tersebut berkesimpulan bahwa Darwin menyatakan moyang manusia adalah menyot. Apakah benar Darwin nyarita seperti itu ?

Si Darwin sebenarnya tidak secara khusus (serius) menceritakan tentang evolusi manusia. Menurutnya bahwa kehidupan species adalah dinamis, maksudnya dapat berubah karena ber-evolusi. Semua mahluk hidup adalah saudara (“duduluran”). Beliau hanya menyatakan bahwa nenek moyang manusia adalah “primitif”. Untuk sekadar mengambil model yang primitif tersebut, maka diambilkan contoh hewan yang paling dekat sekali kemiripannya dengan jelma, yaitu menyot (hanya sebagai contoh yang paling mirip !). Lalu dia menyimpulkan bahwa nenek moyang manusia itu mirip kearah menyot (bukannya menyot !).

Darwin tidak menyatakan bahwa monyet seperti itulah yang menjadi manusia yang sekarang ini. Manusia memiliki bahasa (aktip) dan budaya, itulah salah satu perbedaan dari mahluk hidup lain yang manapun. Dengan demikian kendati ada beberapa bagian yang mirip seperti bentuk tangan, kaki dan tengkoraknya, maka adalah suatu hil yang mustahal bila manusia adalah seketurunan dengan bangsa sato.

Kita hanya bicara soal evolusi ala Darwin.  Bila ada seorang anak manusia yang hidup dalam hutan, setelah gede akankah ia berubah menjadi menyot ? Yang akan berubah tentu hanya psikologi dan kebudayaannya saja, yaitu jadi kuper. Demikian juga bila seekor anak menyot yang diasuh dan dibesarkan dalam lingungan manusia, maka tidak akan menyebabkan si anak menyot itu gedenya menjadi jelma. Labih dari itu psikologi dan budaya si menyot yang telah gede tersebut tetap saja jiga “Sarimin”.

Manusia memiliki akal. Akal tidak sekadar atau identik dengan otak. Akal yang dimaksud dalam manusia meliputi banyak hal sehingga dapat menyebabkan manusia berbudaya. Oleh sebab itu kendati sato juga berotak, segede apa pun otaknya seperti simpanse dan gogog, tetap ia kagak berbudaya. Betapapun contoh kedua jenis sato ini lebih gampang bila diajari sesuatu, tapi ia tidak dapat mewariskan kemampuannya kepada yang lain, termasuk ke anak cucunya. (resume dari tulisan Prof. T. Jacob, 1983).

RUGI

Apa itu Rugi …  ?

Dalam Qur’an surat Al’Asr (surat ke-103) dapat disimpulkan bahwa semua orang bila tidak menghargai waktu akan merugi. Kecuali bagi orang yang beriman yang mengisi waktunya tersebut dengan ibadah.

Dalam urusan waktu ini, orang-orang materialist – liberalist juga mengakui keberhargaannya, akan tetapi mereka selalu segalanya distandarkan pada materi atau duwit,  sehingga muncullah falsafah liberal “waktu adalah uang”.

Dalam soal untung – rugi kaitannya masalah waktu dan ibadah, Islam lebih jauh lagi menjelaskan bahwa bila ibadah kita pada hari ini kualitasnya sama dengan hari kemarin, maka itu adalah termasuk rugi.

Dalam dunia dagang atau jual beli, yang dimaksud rugi adalah bila harga jual barang lebih kecil ketimbang modal. Modal adalah harga beli barang ditambah ongkos dan segala tetek bengek. Kapan dalam hal ini baru dikatakan untung .. ?

Sebenarnya untung adalah manakala harga jual barang lebih besar dari pada modal. Sederhana sebenarnya, namun pada kenyataannya tidaklah seperti itu. Pedagang sering kali tetap mengatakan rugi kendati harga jualnya sudah lebih dari pada modal, bahkan berkali lipat dari modal. Koq bisa gitu ….. ya iyaaa … laah …..  sebab si pedagang sejak awal sudah merancang harga jualnya 5 kali modal, eehhh ..  ternyata lakunya (misal) hanya 3 kali modal.

Para sopir angkot yang sehari-harinya biasa mendapatkan kelebihan setoran (setelah dipotong bensin, tpr, makan, rokok, dll)  tidak kurang dari 75 ribu perak. Pada suatu hari misalnya mereka hanya mendapat  55 ribu perak. Maka secara serempak para sopir angkot tersebut pasti akan bilang bahwa pada hari tersebut mereka mengalami kerugian.

Ketika bekerja di perusahaan yang lama si A mendapatkan upah 2 juta sebulan, setelah pindah ke perusahaan yang baru ia mendapat upah hanya 1,5 juta. Maka si A tentu akan bilang “saya rugi”. Apa begitu … ?

Ada suatu cerita lama yang aneh bin ajaib. Pada awal tahun 70-an Pertamina menyatakan dirinya rugi ratusan milyar rupiah (nilai US$ saat itu masih kisaran ratusan perak). Anehnya dimana, ajaibnya dimana … ? Tugas pertamina kan hanya mengeruk minyak dan gas lalu menjualnya dengan harga jauh diatas biaya produksi, koq … bisa rugi.

Masih ada lebih banyak lagi percontohan mengenai rugi, tapi dari beberapa yang didongengin diatas tentunya dapatlah sudah disimpulkan bahwa tersedia cukup banyak alasan untuk dapat mengatakan rugi.

Kembali ke dongeng sopir angkot. Dulu (awal 1990-an) di kampung saya juga pernah punya angkot . Tiap harinya saat itu sopir (+kernek) mendapat kelebihan 20 ribu perak. Suatu hari si sopir nggak setor, alasannya sepi, nggak ada muatan, habis untuk bensin, calo, bayar tpr dan segala macam. Selidik punya selidik, eehhh …. ternyata sebenarnya pendapatan pada hari itu setelah dipotong bensin, tpr, makan, udud, dll sisanya cuman 20 ribu perak !!

Tanggung Jawab Pemimpin

Akibat dosa-dosanya sewaktu di Dunia, sang Malaikat menyuruh seorang anak agar memasuki Neraka, sementara ayahnya yang “shaleh” dipersilakan menghuni Syurga.

Sang anak protes kepada Malaikat : “Mengapa aku masuk Neraka sedangkan ayahku masuuk Syurga ?”

Malaikat menjawab : “Ayahmu orang shalih, rajin beribadah, suka beramal, tidak korupsi, tidak pernah mau menerima pemberian dari siapapun bila ia tahu persis bahwa  itu dari hasil korupsi, dan etc….. . Sedangkan kamu nggak pernah shalat, dan …… banyak melakukan perbuatan dosa-dosa yang lainnya. Itulah sebabnya ayahmu masuk Syurga sedangkan kamu masuk Neraka”.

Sang Anak berkata lagi : “Ayahku  memang egois, dia hanya memikirkan dirinya sendiri, tidak pernah mengajariku beribadah, tidak pernah menegurku bila aku melakukan kesalahan, bahkan ia cenderung membiarkan saja bila aku keliru tanpa menegur. Tiap bulan aku selalu datang kepadanya sembari membawa oleh-oleh dan semua apa yang beliau minta. Ayahku selalu menerima dan tampak merasa senang terhadap semua pemberianku tersebut. Kendati yang sesungguhnya tahu, tetapi ayahku tak mau peduli dengan cara apa sebenarnya aku mendapatkan itu semua. Ayahku hanya berprinsip  bahwa yang penting dirinya tidak pernah berbuat dosa”.

“Kalau begitu, ayahmu lebih pantas masuk Neraka, dan kamu (sang anak) silakan masuk Syurga “, demikian keputusan sang Malaikat.

It took less than an hour to make the atoms, a few hundred million years to make the stars and plannets, but three billion years to make man (George Gamow : The Creation of the Universe).

Sewaktu medatangi pusat industri keramik di Plered, Purwakarta, Jawa Barat, saya melihat banyak guci yang secara kasat mata (berdasarkan ciri, motif, dsb, dsb…..) adalah dipastikan merupakan guci-guci tua yang sudah berumur ribuan tahun. Kecut .. nggak berani menawar karena dibayang-bayangi kecemasan lantaran harganya pasti amat mauhal sekali. Eeehh .. ternyata si penjualnya (yang notabene adalah sebagai pembuatnya) dengan jujur menjelaskan bahwa guci-guci tersebut adalah produksi asli Plered (yg artinya baru dibuat “kemarin”.).

Haruskah kita masih juga tidak percaya bila si pembuatnya sendiri menjelaskan demikian ??

Akan halnya Bumi dan Alam Semesta, secara kasat mata (berdasarkan risert, analisis dsb…. dsb.) adalah berumur jutaan bahkan milyaran tahun. Namun bila kita mau mencoba dengan menggunakan “Analogi Keramik Plered” , jangan-jangan … umur Alam Semesta  (termasuk Bumi, tentunya ) bisa boleh jadi hanya selisih sehari dengan umur terciptanya  manusia.

Waaaaahhhhh …. teori ini sungguh nggak ilmiah dan amat ngawur !. Sejujurnya memang mungkin demikian, tapi mari kita merenung sejenak …… “bila bukan hanya manusia … adakah mahluk lain di alam ini yang peduli untuk memikirkan semua yang ada ini … ?” Andai jawabnya “tidak ada”, maka  mengapa mesti diperlukan jeda yang amat begitu panjang antara diciptakannya Alam Semesta ini dengan diciptakannya manusia yang akan memikirkan segalanya ?

UNLIMITED POSSIBILITY

Suatu kemungkinan yang tak terbatas, tetap tidak akan menyebabkan yang tak mungkin menjadi mungkin (by : Gagoeng, 2006)

UMUR BUMI DAN ALAM SEMESTA

Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas Arasy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam. (Q : 7 : 54)

Kesimpulan  : Menciptakan Langit + Bumi = 6 masa   ………………………  (1)

Katakanlah: “Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? (Yang bersifat) demikian itulah Tuhan semesta alam”. (41 : 9)

Kesimpulan : Menciptakan Bumi = 2 masa   ……………………………   (2)

Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni) nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya. (Q 41 : 10)

Kesimpulan :  Menciptakan Bumi + Isi  Bumi = 4 masa

2 masa (2)       + Isi  Bumi = 4 masa

Isi  Bumi =  4 masa – 2 masa  =  2 masa   …… (3)

Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas `arsy. Tidak ada bagi kamu selain daripada-Nya seorang penolong pun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa`at. Maka apakah kamu tidak memperhatikan? (32 : 4)

Kesimpualan  :      Menciptakan Langit + (Bumi + isi) =  6 masa

Menciptakan Langit  +  4   masa      =  6 masa

Menciptakan Langit  =  6 masa – 4 masa = 2 masa   ……….  (4)

Ayat yang terakhir (32 : 4) serupa dengan ayat yang paling atas (7 : 54)

Rincian kesimulannya adalah  :

- Penciptaan Langit           =   2  masa    …………….……  (4)

- Penciptaan Bumi             =   2  masa   ………….……….  (2)

- Penciptaan isi Bumi         =   2  masa   ………………….  (3)

——————————————————————

Total penciptaan Langit dan Bumi (+isi)  =   6  masa   …………..  (1)

Berapakah lamanya 1 masa itu ?

Ada dua penjelasan tentang lamanya 1 masa, yaitu 1 masa = 1.000 tahun dan ada pernyataan juga bahwa 1 masa = 50.000 tahun :

Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu. (Q 32 : 5)

Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun. (Q 70 : 4)

Andaikan kita berasumsi 1 masa = 50.000 tahun, maka berarti penciptaan Langit dan Bumi adalah hanya  6 x 50.000 tahun  =  300.000 tahun.

Angka 300.000 tahun tersebut tentulah menimbulkan ketidaksetujuan dari banyak ilmuwan kondang, termasuk saya yang paling awam.

Cobalah, dan mari kita sama-sama bahas :

Apakah 6 masa tersebut berarti = 300.000 tahun ?? NGGAK DONK  !!!

Pastilah ada jeda pada setiap episoda penciptaan tersebut. Kita tidak diberi tahu setelah Langit diciptakan, berapa lama harus menunggu diciptakannya Bumi, dan berapa lama lagi kemudian isi Bumi dibentuk.

Totalnya memang  6 masa, tapi terdiri atas 3 episoda yang pastinya tidak berurutan. Dengan demikian umur Bumi dan Alam Semesta sudah tua (seperti kata Baginda Awang), tentulah niscaya.

Jangankan 100 tahun (2 masa), Allah tentu mampu menciptakan Bumi dalam hitungan kurang dari sedetik pun.  Ini yang wajib kita imani.

Prof. Hawking menjelaskan bahwa :

Semesta dimodelkan dengan dua teori parsial dasar :

  1. Teori Relativitas Umum (Einstain)
  2. Mekanika Kwantum
  1. Relativitas Umum :

Gaya gravitasi mengatur struktur semesta yang berukuran besar (large scale structure of universe) dari beberapa km. sampai 1024 km. (sampai ukuran semesta yang dapat diamati dengan geometri Riemann. Contoh teori tentang gravitasi yang menggunakan pemodelan geometri.

  1. Mekanika Kwantum :

Teori ini juga sebagian digagas oleh Einstain, digunakan untuk membahas gejala pada skala yang sangat kecil sampai 10-17 km, atau lebih kecil lagi.

Kedua teori tersebut tidak  konsisten  satu dengan yang lainnya (keduanya tidak dapat sama-sama benar). Hawking  menyatakan  bahwa bila kita percaya bahwa semesta diatur oleh sejumlah hukum tertentu, maka kedua hukum  tersebut harus digabung. Tapi kenyataannya kedua teori tersebut hanya akurat untuk hal-hal yang ekstrim. Sangat sulit dibuat teori gabungan sehinggu terbentuk Theori of Everythink.

Adalah Albert Einstein yang pertama kali mencoba menggabungkan keempat interaksi tersebut dalam sebuah teori umum yaitu “Teori Segalanya” (Theory of Everything). Pertama, dia mencoba menggabungkan interaksi gravitasi dengan elektromagnetik, karena secara matematika kedua interaksi ini memiliki sifat sama yaitu berbanding terbalik dengan kuadrat jarak. Einstein menghabiskan lebih dari 30 tahun sisa hidupnya berkutat pada masalah ini, namun dia gagal.

Uraian singkat tersebut diatas jelas menyimpulkan bahwa kebenaran ilmu (ilmiah) tidaklah bersifat universal, dan ternyata kebenaran tergantung sikon.

Bahwa kebenaran yang dianggapi oleh manusia adalah bersifat parsial (sefihak) akan jelas lebih tampak mana kala kita mencoba memahami filsafat  Teori Tentang Kebenaran. Setidaknya ada 3 teori mengenai kebenaran, yaitu :

  1. 1. Teori Korespondensi
  2. 2. Teori Konsistensi
  3. 3. Teori Pragmatis

  1. 1. Kebenaran atas dasar Korespondensi.
  • Kebenaran atau keadaan benar itu berupa kesesuaian (correspondence) antara arti yang dimaksud oleh suatu pernyataan dengan apa yang sungguh-sungguh terjadi berupa kenyataan atau faktanya.
  • Jika sensasi kita, persepsi kita, pemahaman kita, konsep dan teori kita bersesuaian dengan realitas obyektif, dan jika itu semua mencerminkannya dengan cermat, maka kita katakan itu semua benar. Pernyataan, putusan dan teori yang benar kita sebut kebenaran.
  • Aristoteles menyatakan bahwa kebenaran adalah persesuaian antara pikiran dan kenyataan .

2. Kebenaran atas dasar Konsistensi

  • Kebenaran ditegakkan atas hubungan  antara putusan yang baru dengan putusan-putusan lainnya yang telah kita ketahui dan akui benarnya terlebih dahulu.
  • Suatu kepercayaan  adalah benar, bukan karena bersesuaian dengan fakta, melainkan bersesuaian/selaras dengan pengetahuan yang kita miliki.
  • Jika kita menerima kepercayan-kepercayaan baru sebagai kebenaran-kebenaran, maka hal itu semata-mata atas dasar kepercayaan itu saling berhubungan (cohere) dengan pengetahuan yang kita miliki.
  • Suatu putusan adalah benar apabila putusan itu konsisten dengan putusan-putusan yang terlebih dahulu kita terima, dan kita ketahui kebenarannya, Putusan yang benar adalah suatu putusan yang saling berhubungan  secara logis dengan putusan-putusan lainnya yang relevan.
    • Kebenaran adalah saling hubungan yang sistematik
    • kebenaran adalah konsistensi, selaras, kecocokan
  1. 3. Kebenaran atas dasar Pragmatis
  1. Sesuatu yang benar jika memuaskan keinginan dan tujuan manusia
  2. Sesuatu yang benar jika dapat diuji benar dengan eksperimen
  3. Sesuatu yang benar jika mendorong atau membantu perjuangan biologis  untuk tetap ada.

Kesimpulan ketiga teori ini : Antara teori yang pertama dan kedua tampak jelas kontradiktif (bandingkan kedua pernyataan yang ditulis miring tebal), disamping masing-masing keduanya juga punya kelemahan. Selain tentu dengan berbagai kekurangannya, teori yang ketiga lebih menuntut bukti nyata ketimbang cuap-cuap.

Untuk melengkapi saya sertakan satu artikel lagi :

TEORI TIDAK PERNAH BENAR

Stephen hawking setuju dengan filsuf Karl Popper (1902-1994) dan Sir James Jean (11877-1946), bahwa sebuah teori tidak pernah dapat dibuktikan benar. Ini tentu juga berlaku bagi teori-teori ciptaan Stephen Hawking sendiri. Jadi Stephen Hawking tidak pernah mengatakan bahwa teorinya mutlak benar.

Apakah Stephen Hawking menuntut bahwa teorinya harus diterima sebagai mutlak benar? Sama sekali tidak.

Setiap teori fisika selalu bersifat sementara, dalam arti teori itu hanyalah suatu hipotesis; Anda tidak pernah dapat membuktikannya. Tidak peduli berapa kali hasil-hasil eksperimen cocok dengan suatu teori, Anda tidak pernah dapat merasa pasti bahwa lain kali hasil itu tidak akan berlawanan dengan teori itu.

Di pihak lain Anda dapat membuktikan bahwa suatu teori itu salah dengan menemukan suatu pengamatan, bahkan satu saja sudah cukup, yang tidak cocok dengan ramalan itu.

“Riwayat Sang Kala” (Penerbit P.T. Pustaka Utama Grafiti, cetakan ketiga, 1994).

LOGIKA

Sejarah mencatat bahwa kebudayaan-kebudayaan tinggi manusia telah berkembang sejak 50 – 100 abad yang lalu. Akan tetapi kemampuan manusia saat itu terutama berupa keterampilan atau kebijaksanaan, atau kesenian yang sangat mementingkan cita rasa dan intuisi. Baru 3 abad Sebelum Masehi, di Yunani lahir Aristoteles yang berusaha menjelajahi cara-cara berfikir manusia dan sekaligus berusaha merumuskan hukum-hukumnya. Ia menyimpulkan bahwa ada 3 hukum dasar untuk logika (cara berfikir yang syah dan berdasar), yaitu :

  1. Hukum Kontradiksi : Tidak ada pernyataan yang sekaligus benar dan salah.
  2. Hukum Identitas : Setiap pernyataan harus konsisten dengan dirinya sendiri, harus menunjang kesyahan dirinya sendiri.
  3. Hukum Anti Kenetralan : Setiap pernyataan harus benar atau harus salah.

Aristoteles mempercayai akan kemutlakan ketiga hukum-hukum yang telah ia rumuskan tersebut, kendati pada zaman itu juga hidup Euchlides yang dapat menunjukkan bahwa dalil-dalil Ilmu Ukur tidaklah mutlak, akan tetapi dilandasi aksioma-aksioma yang merupakan hasil abstraksi fikiran manusia. Artinya dalil-dalil Euchlides tersebut tidaklah berdasarkan hukum-hukum alam yang mengatur lingkungan manusia.

Pada tahun 1854, George Boole dalam tulisan bukunya mengulas mengenai hukum-hukum cara berfikir, yaitu dengan mengaksiomakan logika. Dengan demikian hukum-hukum dasar cara berfikir adalah sebagai sekadar aksioma, perjanjian atau konvensi, sehingga serupa dengan postulat / aksioma ilmu ukur yang boleh diubah atau diganti dengan postulat yang lain. Yang masih tersisa hanya satu, yaitu Suatu Logika Harus Konsisten. Ini adalah ciri setiap sistem dedukatif.

Uraian lengkapnya sangatlah panjang. Agar lebih mudah difahami dan tidak membingungi, sengaja saya ringkas seringkas-ringkasnya tapi dengan (mudah-mudahan) tidak menurangi  esensinya :

Logika berasal dari kata Yunani kuno (logos) yang berarti hasil pertimbangan akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa. Logika digunakan untuk melakukan pembuktian. Secara tradisional, logika dipelajari sebagai cabang filosofi, tetapi juga dapat dianggap sebagai cabang matematika. Dengan demikian logika adalah sebuah ilmu pengetahuan, obyek materialnya adalah berpikir (khususnya penalaran/proses penalaran) dan obyek formal logika adalah berpikir/penalaran yang ditinjau dari segi ketepatannya.

Logika lahir bersama-sama dengan lahirnya filsafat di Yunani. Logika digunakan para filosof zaman itu untuk mempromosikan pikiran-pikirannya serta pendapat-pendapatnya. Para filsuf Yunani kuno juga tidak jarang mencoba membantah pikiran/pendapat yang disampaikan orang lain dengan menunjukkan kesesatan penalarannya.

Macam logika ada dua, yaitu logika alamiah dan logika ilmiah. Logika alamiah telah dimiliki manusia sejak lahir. Logika ini hasil kinerja akal budi manusia yang berpikir secara tepat dan lurus sebelum dipengaruhi oleh keinginan-keinginan dan kecenderungan-kecenderungan yang subyektif.

Logika ilmiah memperhalus, mempertajam pikiran serta akal budi. Logika yang ini menjadi ilmu khusus untuk merumuskan azas-azas yang harus ditepati dalam setiap pemikiran. Berkat pertolongan logika ilmiah inilah akal budi dapat bekerja dengan lebih tepat, lebih teliti, lebih mudah dan lebih aman. Logika ilmiah dimaksudkan untuk menghindarkan kesesatan atau, paling tidak, dikurangi.

Dalam keseharian kita sering mendapatkan kata / kalimat, misalnya “nggak masuk akal”. Kata tersebut maksudnya adalah secara logika tidak dapat dijelaskan, atau penalarannya sesat. Sebagai contoh, ada orang yang mengaku bahwa dia telah sanggup menyelam dalam air selama 7 jam tanpa bantuan oksigen dan peralatan apapun. Pengakuan / pernyataan seperti ini jelas tidak dapat dijelaskan secara logika, karena secara medis manusia bertahan hidup tanpa oksigen hanya 5 menit saja.

Banyak contoh-contoh lainnya dalam kehidupan yang tidak logis, misalnya percaya bahwa penyakit seseorang dapat dipindahkan pada hewan, menggandaan uang dengan cara dimantrai, ada orang yang ngaku mampu melihat jin, dengan berdzikir seseorang dapat mencapai “alam lain”, membuat program untuk mengirim manusia ke Andromeda, dsb.

Tulisan Sebelumnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.