Bila anda berniat menunaikan Rukun Islam yang ke-5, yaitu melaksanakan Ibadah Haji, maka lebih dulu pelajarilah secara saksama tatacara (manasik) hajinya. Ada tiga macam ibadah haji yaitu : Haji Tamattu, Haji Qiran, dan Haji Ifrad. Untuk orang Indonesia (dan jamaah dari luar Saudi) , umumnya melaksanakan Haji Tamattu.
Dibawah ini terlampir skema singkat tatacara Ibadah Haji Tamattu yg dirangkum dari sumber-sumber yang shahih.
Untuk rombongan haji yang pertama, pesawat terbang akan mendarat di Madinah. Dengan demikian miqatnya adalah di Bir Ali (bagi laki-laki berpakaian ihramnya dimulai dari Bir Ali).
Untuk rombongan haji ke-2, pesawat terbang akan mendarat di Jeddah yang lebih dulu akan melewati batas miqat di Qornul Manajil. Oleh karena itu jamaah harus mulai berihram diatas pesawat, yaitu paling lambat sekitar 1/2 jam sebelum pesawat mendarat (awak pesawat akan memberi tahu).
CATATAN PENTING DAN PERHATIAN
- Ibadah haji adalah kewajiban individual (fardu ‘Ain) dengan demikian tatacaranya harus dipelajari sendiri, jangan sekali-kali menyerahkan sepenuhnya pada KBIH.
- Jangan silau terhadap kebesaran nama KBIH, tapi tanyakan dulu bagaimana tatacara haji yg akan dilaksanakan oleh KBIH yang bersangkutan. Pilih hanya KBIH yang programnya sesuai sunah Nabi yang akan anda ikuti
- Tidak ada Umrah Sunah yang dilakukan setelah selesai melaksanakan ibadah Haji. Umroh Sunah yang seperti itu tidak ada tuntunan dan contaoh dari Nabi Muhammad.
- Tidak ada Dam yang berkaitan dengan denda lantaran kita melakukan kesalahan. Dam artinya “mengalirkan darah” yang tak lain adalah setara dengan menyembelih binatang Qurban (untuk yg sedang berhaji namanya Hadyu). Hukum menyembelih Hadyu adalah WAJIB, tidak sah hajinya bila tanpa Hadyu (QS Al Baqarah : 196).
- Umumnya (sebagian besar KBIH) setiba di Makah setiap anggota jamahnya diminta membayar Dam berupa seekor kambing, atau bila dibayar uang setara dengan kira-kira 350-400 real. Uang tsb kemudian dibelikan kambing lalu disembelih sebagai binatang Dam. Yang seperti ini tidak ada tuntunannya, bahkan disinyalir ada unsur penipuan (Koran Pikiran Rakyat, 25-10-2010 : Calo dan Dam Haji Tamatuk).
- Lakukan setiap tahapan ibadah haji sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Niatkan dan usahakan dengan sungguh-sungguh agar tidak mendahului atau melambatkannya.

