Feeds:
Tulisan
Komentar

UMUR BUMI DAN ALAM SEMESTA

Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas Arasy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam. (Q : 7 : 54)

Kesimpulan  : Menciptakan Langit + Bumi = 6 masa   ………………………  (1)

Katakanlah: “Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? (Yang bersifat) demikian itulah Tuhan semesta alam”. (41 : 9)

Kesimpulan : Menciptakan Bumi = 2 masa   ……………………………   (2)

Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni) nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya. (Q 41 : 10)

Kesimpulan :  Menciptakan Bumi + Isi  Bumi = 4 masa

2 masa (2)       + Isi  Bumi = 4 masa

Isi  Bumi =  4 masa – 2 masa  =  2 masa   …… (3)

Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas `arsy. Tidak ada bagi kamu selain daripada-Nya seorang penolong pun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa`at. Maka apakah kamu tidak memperhatikan? (32 : 4)

Kesimpualan  :      Menciptakan Langit + (Bumi + isi) =  6 masa

Menciptakan Langit  +  4   masa      =  6 masa

Menciptakan Langit  =  6 masa – 4 masa = 2 masa   ……….  (4)

Ayat yang terakhir (32 : 4) serupa dengan ayat yang paling atas (7 : 54)

Rincian kesimulannya adalah  :

- Penciptaan Langit           =   2  masa    …………….……  (4)

- Penciptaan Bumi             =   2  masa   ………….……….  (2)

- Penciptaan isi Bumi         =   2  masa   ………………….  (3)

——————————————————————

Total penciptaan Langit dan Bumi (+isi)  =   6  masa   …………..  (1)

Berapakah lamanya 1 masa itu ?

Ada dua penjelasan tentang lamanya 1 masa, yaitu 1 masa = 1.000 tahun dan ada pernyataan juga bahwa 1 masa = 50.000 tahun :

Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu. (Q 32 : 5)

Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun. (Q 70 : 4)

Andaikan kita berasumsi 1 masa = 50.000 tahun, maka berarti penciptaan Langit dan Bumi adalah hanya  6 x 50.000 tahun  =  300.000 tahun.

Angka 300.000 tahun tersebut tentulah menimbulkan ketidaksetujuan dari banyak ilmuwan kondang, termasuk saya yang paling awam.

Cobalah, dan mari kita sama-sama bahas :

Apakah 6 masa tersebut berarti = 300.000 tahun ?? NGGAK DONK  !!!

Pastilah ada jeda pada setiap episoda penciptaan tersebut. Kita tidak diberi tahu setelah Langit diciptakan, berapa lama harus menunggu diciptakannya Bumi, dan berapa lama lagi kemudian isi Bumi dibentuk.

Totalnya memang  6 masa, tapi terdiri atas 3 episoda yang pastinya tidak berurutan. Dengan demikian umur Bumi dan Alam Semesta sudah tua (seperti kata Baginda Awang), tentulah niscaya.

Jangankan 100 tahun (2 masa), Allah tentu mampu menciptakan Bumi dalam hitungan kurang dari sedetik pun.  Ini yang wajib kita imani.

Prof. Hawking menjelaskan bahwa :

Semesta dimodelkan dengan dua teori parsial dasar :

  1. Teori Relativitas Umum (Einstain)
  2. Mekanika Kwantum
  1. Relativitas Umum :

Gaya gravitasi mengatur struktur semesta yang berukuran besar (large scale structure of universe) dari beberapa km. sampai 1024 km. (sampai ukuran semesta yang dapat diamati dengan geometri Riemann. Contoh teori tentang gravitasi yang menggunakan pemodelan geometri.

  1. Mekanika Kwantum :

Teori ini juga sebagian digagas oleh Einstain, digunakan untuk membahas gejala pada skala yang sangat kecil sampai 10-17 km, atau lebih kecil lagi.

Kedua teori tersebut tidak  konsisten  satu dengan yang lainnya (keduanya tidak dapat sama-sama benar). Hawking  menyatakan  bahwa bila kita percaya bahwa semesta diatur oleh sejumlah hukum tertentu, maka kedua hukum  tersebut harus digabung. Tapi kenyataannya kedua teori tersebut hanya akurat untuk hal-hal yang ekstrim. Sangat sulit dibuat teori gabungan sehinggu terbentuk Theori of Everythink.

Adalah Albert Einstein yang pertama kali mencoba menggabungkan keempat interaksi tersebut dalam sebuah teori umum yaitu “Teori Segalanya” (Theory of Everything). Pertama, dia mencoba menggabungkan interaksi gravitasi dengan elektromagnetik, karena secara matematika kedua interaksi ini memiliki sifat sama yaitu berbanding terbalik dengan kuadrat jarak. Einstein menghabiskan lebih dari 30 tahun sisa hidupnya berkutat pada masalah ini, namun dia gagal.

Uraian singkat tersebut diatas jelas menyimpulkan bahwa kebenaran ilmu (ilmiah) tidaklah bersifat universal, dan ternyata kebenaran tergantung sikon.

Bahwa kebenaran yang dianggapi oleh manusia adalah bersifat parsial (sefihak) akan jelas lebih tampak mana kala kita mencoba memahami filsafat  Teori Tentang Kebenaran. Setidaknya ada 3 teori mengenai kebenaran, yaitu :

  1. 1. Teori Korespondensi
  2. 2. Teori Konsistensi
  3. 3. Teori Pragmatis

  1. 1. Kebenaran atas dasar Korespondensi.
  • Kebenaran atau keadaan benar itu berupa kesesuaian (correspondence) antara arti yang dimaksud oleh suatu pernyataan dengan apa yang sungguh-sungguh terjadi berupa kenyataan atau faktanya.
  • Jika sensasi kita, persepsi kita, pemahaman kita, konsep dan teori kita bersesuaian dengan realitas obyektif, dan jika itu semua mencerminkannya dengan cermat, maka kita katakan itu semua benar. Pernyataan, putusan dan teori yang benar kita sebut kebenaran.
  • Aristoteles menyatakan bahwa kebenaran adalah persesuaian antara pikiran dan kenyataan .

2. Kebenaran atas dasar Konsistensi

  • Kebenaran ditegakkan atas hubungan  antara putusan yang baru dengan putusan-putusan lainnya yang telah kita ketahui dan akui benarnya terlebih dahulu.
  • Suatu kepercayaan  adalah benar, bukan karena bersesuaian dengan fakta, melainkan bersesuaian/selaras dengan pengetahuan yang kita miliki.
  • Jika kita menerima kepercayan-kepercayaan baru sebagai kebenaran-kebenaran, maka hal itu semata-mata atas dasar kepercayaan itu saling berhubungan (cohere) dengan pengetahuan yang kita miliki.
  • Suatu putusan adalah benar apabila putusan itu konsisten dengan putusan-putusan yang terlebih dahulu kita terima, dan kita ketahui kebenarannya, Putusan yang benar adalah suatu putusan yang saling berhubungan  secara logis dengan putusan-putusan lainnya yang relevan.
    • Kebenaran adalah saling hubungan yang sistematik
    • kebenaran adalah konsistensi, selaras, kecocokan
  1. 3. Kebenaran atas dasar Pragmatis
  1. Sesuatu yang benar jika memuaskan keinginan dan tujuan manusia
  2. Sesuatu yang benar jika dapat diuji benar dengan eksperimen
  3. Sesuatu yang benar jika mendorong atau membantu perjuangan biologis  untuk tetap ada.

Kesimpulan ketiga teori ini : Antara teori yang pertama dan kedua tampak jelas kontradiktif (bandingkan kedua pernyataan yang ditulis miring tebal), disamping masing-masing keduanya juga punya kelemahan. Selain tentu dengan berbagai kekurangannya, teori yang ketiga lebih menuntut bukti nyata ketimbang cuap-cuap.

Untuk melengkapi saya sertakan satu artikel lagi :

TEORI TIDAK PERNAH BENAR

Stephen hawking setuju dengan filsuf Karl Popper (1902-1994) dan Sir James Jean (11877-1946), bahwa sebuah teori tidak pernah dapat dibuktikan benar. Ini tentu juga berlaku bagi teori-teori ciptaan Stephen Hawking sendiri. Jadi Stephen Hawking tidak pernah mengatakan bahwa teorinya mutlak benar.

Apakah Stephen Hawking menuntut bahwa teorinya harus diterima sebagai mutlak benar? Sama sekali tidak.

Setiap teori fisika selalu bersifat sementara, dalam arti teori itu hanyalah suatu hipotesis; Anda tidak pernah dapat membuktikannya. Tidak peduli berapa kali hasil-hasil eksperimen cocok dengan suatu teori, Anda tidak pernah dapat merasa pasti bahwa lain kali hasil itu tidak akan berlawanan dengan teori itu.

Di pihak lain Anda dapat membuktikan bahwa suatu teori itu salah dengan menemukan suatu pengamatan, bahkan satu saja sudah cukup, yang tidak cocok dengan ramalan itu.

“Riwayat Sang Kala” (Penerbit P.T. Pustaka Utama Grafiti, cetakan ketiga, 1994).

LOGIKA

Sejarah mencatat bahwa kebudayaan-kebudayaan tinggi manusia telah berkembang sejak 50 – 100 abad yang lalu. Akan tetapi kemampuan manusia saat itu terutama berupa keterampilan atau kebijaksanaan, atau kesenian yang sangat mementingkan cita rasa dan intuisi. Baru 3 abad Sebelum Masehi, di Yunani lahir Aristoteles yang berusaha menjelajahi cara-cara berfikir manusia dan sekaligus berusaha merumuskan hukum-hukumnya. Ia menyimpulkan bahwa ada 3 hukum dasar untuk logika (cara berfikir yang syah dan berdasar), yaitu :

  1. Hukum Kontradiksi : Tidak ada pernyataan yang sekaligus benar dan salah.
  2. Hukum Identitas : Setiap pernyataan harus konsisten dengan dirinya sendiri, harus menunjang kesyahan dirinya sendiri.
  3. Hukum Anti Kenetralan : Setiap pernyataan harus benar atau harus salah.

Aristoteles mempercayai akan kemutlakan ketiga hukum-hukum yang telah ia rumuskan tersebut, kendati pada zaman itu juga hidup Euchlides yang dapat menunjukkan bahwa dalil-dalil Ilmu Ukur tidaklah mutlak, akan tetapi dilandasi aksioma-aksioma yang merupakan hasil abstraksi fikiran manusia. Artinya dalil-dalil Euchlides tersebut tidaklah berdasarkan hukum-hukum alam yang mengatur lingkungan manusia.

Pada tahun 1854, George Boole dalam tulisan bukunya mengulas mengenai hukum-hukum cara berfikir, yaitu dengan mengaksiomakan logika. Dengan demikian hukum-hukum dasar cara berfikir adalah sebagai sekadar aksioma, perjanjian atau konvensi, sehingga serupa dengan postulat / aksioma ilmu ukur yang boleh diubah atau diganti dengan postulat yang lain. Yang masih tersisa hanya satu, yaitu Suatu Logika Harus Konsisten. Ini adalah ciri setiap sistem dedukatif.

Uraian lengkapnya sangatlah panjang. Agar lebih mudah difahami dan tidak membingungi, sengaja saya ringkas seringkas-ringkasnya tapi dengan (mudah-mudahan) tidak menurangi  esensinya :

Logika berasal dari kata Yunani kuno (logos) yang berarti hasil pertimbangan akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa. Logika digunakan untuk melakukan pembuktian. Secara tradisional, logika dipelajari sebagai cabang filosofi, tetapi juga dapat dianggap sebagai cabang matematika. Dengan demikian logika adalah sebuah ilmu pengetahuan, obyek materialnya adalah berpikir (khususnya penalaran/proses penalaran) dan obyek formal logika adalah berpikir/penalaran yang ditinjau dari segi ketepatannya.

Logika lahir bersama-sama dengan lahirnya filsafat di Yunani. Logika digunakan para filosof zaman itu untuk mempromosikan pikiran-pikirannya serta pendapat-pendapatnya. Para filsuf Yunani kuno juga tidak jarang mencoba membantah pikiran/pendapat yang disampaikan orang lain dengan menunjukkan kesesatan penalarannya.

Macam logika ada dua, yaitu logika alamiah dan logika ilmiah. Logika alamiah telah dimiliki manusia sejak lahir. Logika ini hasil kinerja akal budi manusia yang berpikir secara tepat dan lurus sebelum dipengaruhi oleh keinginan-keinginan dan kecenderungan-kecenderungan yang subyektif.

Logika ilmiah memperhalus, mempertajam pikiran serta akal budi. Logika yang ini menjadi ilmu khusus untuk merumuskan azas-azas yang harus ditepati dalam setiap pemikiran. Berkat pertolongan logika ilmiah inilah akal budi dapat bekerja dengan lebih tepat, lebih teliti, lebih mudah dan lebih aman. Logika ilmiah dimaksudkan untuk menghindarkan kesesatan atau, paling tidak, dikurangi.

Dalam keseharian kita sering mendapatkan kata / kalimat, misalnya “nggak masuk akal”. Kata tersebut maksudnya adalah secara logika tidak dapat dijelaskan, atau penalarannya sesat. Sebagai contoh, ada orang yang mengaku bahwa dia telah sanggup menyelam dalam air selama 7 jam tanpa bantuan oksigen dan peralatan apapun. Pengakuan / pernyataan seperti ini jelas tidak dapat dijelaskan secara logika, karena secara medis manusia bertahan hidup tanpa oksigen hanya 5 menit saja.

Banyak contoh-contoh lainnya dalam kehidupan yang tidak logis, misalnya percaya bahwa penyakit seseorang dapat dipindahkan pada hewan, menggandaan uang dengan cara dimantrai, ada orang yang ngaku mampu melihat jin, dengan berdzikir seseorang dapat mencapai “alam lain”, membuat program untuk mengirim manusia ke Andromeda, dsb.

BAHAGIA

Definisi bahagia ada banyak macam. Kalau penasaran kepingin tahu,.. gampang… searching saja di google. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, edisi ke-3, halaman 87, bahagia adalah kata sifat (n) yang artinya keadaan atau perasaan senang dan tentram (bebas dari segala yang menyusahkan).

Siapa orang yang bahagia itu ? Buya Hamka menyatakan bahwa yang bahagia itu “silih tunjuk”, maksudnya si A mengatakan bahwa si B hidapnya bahagia, namun sebaliknya kata B yang bahagia itu si A. Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa kebahagiaan itu sebenarnya adalah apa yang sedang kita alami saat ini. Apa yang tengah kita alami saat ini (betapapun buruknya) kelak akan menjadi cerita indah. Seperti halnya kita sekarang bercerita mengenai kebanggaan masa lalu, karena pada saat  yang lalu kita telah berhasil mengatasi segala kesusahan dan berbagai derita pahit.

Sampai saat ini saya belum mendapatkan bacaan yang secara khusus mengenai tip bahagia bagi maskulin. Kalau saja saya sebagai lelaki boleh jujur, rasa bahagia bukan melulu kebutuhan wanita, tapi tak terkecuali juga lelaki. Apalagi saya, bener-bener butuh banget !  Mungkin dikira kalau lalaki mah sudah harus bahagia dengan sendirinya, dan bahkan berkewajiban juga membahagiakan “sempalan tulang rusuknya”.

Mungkin nggak salah-salah amat bila ada pendapat seperti itu, sebab banyak yang mengatakan bahwa di dunia ini hanya sedikit wanita yang benar-benar bahagia, padahal konon wanita adalah penentu kebahagiaan keluarga.

Tip Bahagia Bagi Wanita

Inayati Ashriyah, 2007 dalam tulisannya berjudul 99 IDEAS FOR HAPPY MOM menyatakan bahwa kebahagiaan yang sesungguhnya tidaklah mudah didapat begitu saja. Kemahiran anda untuk memaknai segala yang dihadapi sangat berarti bagi kebahagiaan anda sendiri.

Ada 99 cara untuk membuat wanita / seorang ibu menjadi bahagia. Lengkapnya tentu harus baca aslinya, tapi beberapa yang penting sementara saya mencatatnya sebagai berikut :

1.  Kebahagiaan tidak diperdagangkan dimana pun, bila ada maka setiap orang akan berusaha mendapatkannya, tak peduli harganya selangit.

2.  Sumber kebahagiaan sesungguhnya ada di sekitar kita. Sayangnya kita sering tidak menyadari kehadirannya sehingga kebahagiaan itu hanya berlalu-lalang saja tanpa sempat kita rasakan kenikmatannya. Bahkan sejatinya kebahgiaan itu lebih dekat lagi, yaitu dalam diri kita sendiri.

3.  Jika seseorang selalu tidak dapat merasakan kebahagiaan, bisa boleh jadi itu lantaran dia sendiri tidak tahu persis apa yang dapat membuatnya bahagia.

4.   Kebahagiaan adalah semua kebaikan yang anda lakukan dan atau anda dapatkan dari orang lain.

Tentu bukan hanya itu, masih banyak lagi, yang 99 nya satu pun belum masuk.


Jauh sebelumnya kita telah diperkenalkan bahwa manusia adalah sebagai agen geologi. Sejak beberapa tahun yang lalu muncul gagasan adanya Kala Anthropocene. Gagasan tersebut sebenarnya memperjelas dan memperkuat pernyataan yang sebelumnya. 

            Namanya juga Antroposen, tentulah yang dimaksudkan bahwa pada kala tersebut peranan manusia sangatlah dominan dalam terjadinya proses geologi.

Proses peneplain yang dulunya memerlukan waktu puluhan juta tahun, kini berlangsung amat sangat singkat. Buldoser, beko, traktor, dinamit dan lain-lainnya menggantikan peranan sinar mentari, air, dan zat-zat lainnya yang dulu sebagai agen pelapuk. Material hasil lapukan yang dulu ditransport hanya oleh gravitasi, angin dan air, sekarang peranannya digantikan oleh colt disel, truk tronton, gerbong kereta api dan kapal laut. Demikian juga proses litifikasi, tidak lagi hanya bergantung pada silikat, karbonat dan oksida besi, tapi berganti menjadi bergantung pada Tiga Roda, Kujang, Holcim dan yang sejenisnya.

             Proses sedimentasi ala Antroposen kini tengah berlangsung dengan cepat di beberapa kota besar di seluh dunia. Di Indonesia contohnya Jakarta. Gedung-gedung bertingkat, real estate, perumahan kumuh, jalan layang, dan banyak lagi yang lainnya…. itu semua adalah sebagai material sedimen yang sedang dalam proses pengendapan di dataran Jakarta. Basement, subway adalah cikal bakal dari struktur bioturbasi, sedangkan proses pengayaan fosil berlangsung di Kalibata dan Tanah Kusir. Jalan raya yang tersebar ke mana-mana kelak akan menjadi key bed.

            Sebagaimana layaknya proses sedimtasi, maka lama-kelamaan akan semakin tebal dan berat sehingga batuan dasarnya akan mengalami penurunan dan semakin kompak sehingga airnya terperas. Proses sedimentasi ala Antroposen di Jakarta akan terus berlangsung dengan laju suplai material yang semakin cepat. Gedung-gedung akan semakin tinggi dan tersebar merata.

             Kelak kita tidak lagi hanya mengandalkan konsep magnet elementer untuk menelusuri pergerakan lempeng-lempeng. Jasad orang Muslim di seluruh dunia dikubur dengan arah dan posisi tertentu (ditidurkan miring ke kanan dengan wajah ke arah kiblat). Bila  kelak jasad-jasad tersebut menjadi fosil, maka tentulah nanti akan dapat dijadikan sebagai petunjuk untuk melacak arah pergerakan mana kala daratan-daratan yang sekarang mengalami rifting dan saling berkelana.

             Batuan sedimen laut pada masa yang akan datang, bagian dalamnya akan mengandung banyak konkresi yang terdiri mulai dari kapal induk berukuran raksasa, sampai botol-botol beling dan kaleng bekas soft drink, dan segala macam yang lainnya. Proses erosi tidak berhenti sampai bila daratan sudah mencapai elevasi 0, tetapi akan terus berjalan betapapun sudah berada didasar laut. Sumber material sedimen tidak lagi hanya berasal dari tempat yang lebih tinggi yang kemudian tertransport dan mengendap pada tempat yang terletak di bawahnya. Pada Kala Anthroposen material sedimen dapat berasal dari dasar laut yang naik ke darat atau daerah yang elevasinya lebih tinggi. Material pasir yang terdapat pada dasar laut di Kepulauan Riau, dikeruk dan dianggkut dengan kapal dan kemudian diendapkan di pantai-pamtai Singapura. Itulah salah satu contohnya.

             Itu semua barulah sebagian kecil dari proses geologi amburadul yang tengah berlangsung pada Kala Anthropocene yang sama-sama kita saksikan. Yang ini baru secuil soal denudasi dan sedimentasi, belum masalah tektonik, volkanisma, dan sebagainya.  Bila anda lebih jeli lagi, tentulah anda akan dapat menjelaskan dan bercerita lebih banyak lagi.

 

 

Beberapa waktu yang lalu, di negeri kita Indonesia ada orang yang menyatakan dirinya sebagai Malaikat Jibril (Lia) dan juga ada orang yang mengaku sebagai Rasul (Musadek). Akhir-akhir ini malah bangkit lagi ajaran Ahmaddiyah yang mengakui Mirza Gulam Ahmad sebagai nabi.

Untuk menguji kebenaran dari semua pengakuan tersebut maka harus dilakukan cross check atau dikonfrontir.  Tanyakan saja kepada si Lia Jibril, apakah dia kenal sama Musadek dan Mirza Gulam anak Ahmad. Seharusnya si Lia Jibril saling kenal dengan kedua nabi dan rasul tersebut, sebab si Lia Jibril adalah sang pembawa wahyu bagi mereka.

TAHAPAN PEMURTADAN

Target kaum kafir (ahli kitab) terhadap kaum Muslim :

 

1.      Kafirkan umat muslim agar masuk agama mereka

2.      Usahakan agar umat Islam tidak mengerti akan ajaran agama Islam

3.      Kalau tetap dalam Islam, usahakan agar ajaran Islam tidak dilaksanakan

        

            Target yang pertama terlalu sulit untuk dicapai, karena bila seseorang yang sudah merasakan Islam dengan Allah yang ahad dan ghaib, maka akan sulit untuk beralih menyembah tuhan yang berwujud benda dan banyak macamnya. Mengkonfrontir kitab ajaran Islam dengan kitab-kitab ajaran para kafirin tampaknya mereka sadar bahwa itu bukanlah rival yang seimbang. Taktik yang mereka lakukan untuk tujuan ini hanyalah dengan cara memiskinkan kaum muslim, melakukan kawin campuran, dan yang sejenisnya.

            Target yang kedua diantaranya dilakukan dengan cara menghalang-halangi dimasukkannya pelajaran Agama Islam dalam kurikulum pendidikan. Mengurangi lama jam pelajaran Agama Islam, pengkerdilkan peran pesantren dan lembaga-lembaga pendidikan Islam, mencekal dan melakukan seleksi terhadap para Da’i yang diperbolehkan berceramah, dan masih banyak lagi.

            Sungguh kecolongan dan hampir tidak disadari oleh banyak umat Islam, bahwa kaum kafirin sebenarnya sangat berhasil dalam mencapai target yang ketiga, yaitu agar umat Islam tidak melaksanakan ajarannya. Lebih konyolnya lagi tidak sedikit orang yang mengaku Islam tapi secara terang-terangan menolak bila ajaran Islam dilaksanakan. Tapi ada lebih banyak hal lagi yang dilakukan oleh umat Islam yang seolah-olah itu adalah ajaran Islam, padahal itu adalah nyata-nyata bukan. Tampaknya Islami, tapi sebenarnya tidak.

Apakah ada  tolok ukurnya bahwa yang itu Islami dan yang itu tidak ? So pasti ada, yaitu Al-Qur’an dan Hadist. Dalam soal ibadah yang menjadi contoh adalah Nabi, bila baginda Nabi tidak melakukan / mencontohkan, maka kita tak boleh melakukannya. Itulah yang dinamakan Bid’ah. Bid’ah dan musyrik, kedua-duanya diancam dengan Naar.

Doesen    :  tidak boleh salah dan tidak boleh bohong

Peneliti    :  boleh salah, tidak boleh bohong

Birokrat   :  boleh salah dan boleh bohong

 

Politikus  :  orang yang berani berbohong

                     dihadapan yang lebih pinter

 

Empat tipe manusia :

1.     Bodoh tapi rajin   à hasil kerjanya salah melulu

2.     Pinter tapi malas  à tidak bermanfaat (percuma)

3.     Bodoh dan malas à nggak ada hasil – okay

4.     Pintar dan rajin   à hebat, oakay

                       

   Jujurlah, anda kira-kira masuk tipe yang mana  ?

 

 

 

 

 

Dalam alasan penolakannya terhadap  UU Anti Pornografi, para sekularist diantaranya mempermasalahkan mengapa kalau lelaki pakai celana yang sangat pendek tidak dilarang sedangkan wanita hanya pakai rok mini saja dilarang.

Ini para sekularist bener-bener nggak ngerti, nggak faham apa yang dimaksud aurat .. Cobalah renungkan hal di bawah ini : 

Seorang pria memakai kaos oblong dan bercelana katok. Orang tersebut mengayuh becak dengan penumpang di depannya seoarang wanita. Coba apa yang bakal terjadi ? Penumpang wanita tersebut so pasti wajah dan pandangan matanya akan terus ke arah depan.Tapi apa yang bakal terjadi, bila seorang wanita berbikini dan berkaos oblong mengayuh becak dengan lelaki sebagai penumpangnya ? Lelaki tersebut pasti bukan saja akan menengok ke arah belakang terus, tapi bisa boleh jadi akan memutar seluruh badannya untuk berbalik ke arah belakang !

             

            Bagi para yang merasa dirinya masuk jajaran ilmuwan, hendaknya janganlah mengartikan ilmu seperti apa yang dimaui ilmu-ilmu alam dan ilmu-ilmu pasti saja. Wa bil khusus untuk para penulis yang ingin memasyarakat, seyogyanya tahu diri bahwa ilmu itu bukanlah sesuatu yang hanya telah disyahkan perguruan tinggi saja. Sebab bila seperti itu akan berarti memprbodoh rakyat dan bangsa, dan sekaligus mengingkari segala upaya masyarakat dalam mengembangkan, membukukan, serta mengajarkan segala ilmu dan kepandaian selama ribuan tahun yang lampau.           

            Haruslah dibedakan antara pengetahuan dan cara mendapatkan pengetahuan itu sendiri. Pengetahuan yang akan kita cari bisa sama, akan tetapi cara (metoda, prayaga) mencarinya bisa saja berbeda-beda. Tidak boleh , dan atas mandat siapa bila ada orang yang menyatakan bahwa “cara” yang dia lakukan adalah “cara satu-satunya”.           

           Cara atau metoda adalah hanyalah hasil rakitan otak manusia. Dan harap maklum saja bahwa 90 % dari polo manusia masih merupakan rahasia gelap, notabene ilmu-ilmu yang dihasilkan dari perguruan tinggi pun sebenarnya hanyalah berkat kemampuan otak yang 10 %. Bahkan Gusti Allah berfirman bahwa rahmat yang ditebarkan untuk semesta alam ini hanya 1 %, termasuk di dalamnya bagian untuk kita manusia, yang mengklaim sebagai mahluk tercerdas. 

            Lebih jelasnya lagi, bahwa kemampuan otak yang 10 % itu hanyalah kemampuan memeriksa gejala alam (phenomenal world) yang sesungguhnya hanyalah sebagian kecil dari kenyataan (noumenal world), shingga karenanya sering disebut maya. Para sciencetist modern baru menyadari hal ini pada abad ke-20, padahal baginda Rasulullah telah menyampaikannya 13 abad sebelumnya (bila ada yang berkenan silakan ikut nimbrung untuk melengkapi dengan ayat-ayat Allah dan sabda Nabi yang itinya menjelaskan bahwa segala yang ada di dunia dan alam ini hanyalah maya, permainan, tidak abadi, dan …. yang sejenisnya).

            Haruskah para cerdik-cendekia menulis ? Andai saya harus menjawab sendiri, maka tentu : “ Ya ia laa…hh” ! Ada pepatah “Ilmu tanpa amal bagai pohon tak berbuah’. Menulis adalah salah satu dari sekian banyak bentuk amal, karena menulis berarti saling berbagi apa yang kita punya, yaitu berbagi pangaweruh. Untuk berbagi kawikihan tentu bukan hanya dengan menulis, tapi masih ada cara yang lain, misalnya mengajar, ceramah, ngawangkong (asal jangan nge-gibah), ngabodor, main teater, macapat, dsb., dsb. termasuk membagi atau memberikan buku-buku yang telah dibaca kepada orang lain (syukur-syukur kepada saya … he..he ).

Tulisan Sebelumnya »